Beberapa Negara Bersiap Kembali Hadapi Gelombang Kedua Virus Corona

Virus Corona: Beberapa Negara Bersiap Kembali Hadapi Gelombang Kedua

Setelah adanya kebijakan kelonggaran lockdown akibat virus corona, beberapa negara justru melaporkan adanya kasus virus corona gelombang kedua. Hal ini terjadi di kota Wuhan, China, setelah sebulan lebih kota Wuhan bebas dari Corona mereka melaporkan kembali kasus terbaru adanya Setelah adanya kebijakan kelonggaran lockdown akibat covid-19, beberapa negara justru melaporkan adanya kasus virus corona gelombang kedua. Hal ini terjadi di kota Wuhan, China, setelah sebulan lebih kota Wuhan bebas dari Corona mereka melaporkan kembali kasus terbaru adanya coronavirus.

Beberapa negara tersebut melonggarkan kebijakan lockdown atau pun social distancing untuk membuka kembali perekonomian dan bisnis mereka. Dan melihat kasus corona yang terus menurun di negaranya. Berikut adalah beberapa negara yang melaporkan kembali kasus virus corona di negaranya.

China

Kota Wuhan melaporkan kembali kasus virus corona setelah sebulan sudah bebas dari corona. Laporan kasus ini terjadi usai kota tersebut melonggarkan kebijakan lockdown dan membuka kembali sekolah dan perkantoran. Kasus terbaru di Wuhan ini tidak menunjukkan gejala. Pria berusia 89 tahun yang dilaporkan mengaku belum pernah meninggalkan lagi rumahnya sejak Tahun Baru Imlek pada Januari lalu. Pria tersebut beserta istirnya dikabarkan positif terinfeksi vrirus corona.

Sehingga komplek perumahan tempat pasangan suami istri itu tinggal, juga mengkonfirmasi bahwa adanya 20 kasus baru terinfeksi virus corona. Para ahli di Wuhan mengatakan bahwa kasus itu disebabkan karena community transmission pada kasus sebelumnya. Sehingga beberapa kota di China, menaikkan tingkat risiko terjangkit virus corona dari sedang menjadi tinggi.

Jerman

Jerman sebelumnya juga mendapat respon positif dalam menangani wabah covid-19, karena negaranya melaporkan adanya penurunan kasus positif corona. Namun sekarang, Jerman mewaspadai kembali adanya gelombang kedua coronavirus. Sehingga negera tersebut akan melakukan lockdown dan pembatasan kembali. Hal ini disebabkan karena jumlah kasus baru yang dihasilkan oleh satu orang yang terinfeksi, dan kasusnya terus naik selama dua hari berturut – turut.

Iran

Iran juga menjadi negara yang paling terdampak akibat adanya wabah virus corona. Tetapi Iran sudah mulai melakukan pengurangan pembatasan atau kelonggaran lockdown, karena kasus yang dilihat sudah mulai terlihat terus menurun. Namun kasus – kasus baru muncul kembali dan dilaporkan terus meningkat. Gubernur Iran Gholamreza mengatakan, kenaikan kasus ini terjadi karena masyarakat yang tidak tetap menerapkan social distancing. Jumlah pasien corona di provinsi Khuzestan, terus meningkat hingga tiga kali lipat meningkat sebesar 60%.

READ  Fakta Mengenai Landmark Jakarta, Monas

India

Pada pekan lalu, pejabat kesehatan di India menangani kasush baru dari virus corona disalah satu pasar buah sdan sayuran terbesar di Asia yaitu di kota Chennai, India. Ditemukan lebih dari 500 kasus virus corona dan sebanyak 7 ribu orang yang dilacak dan dikarantina. Sehingga, India mengambil kembali pilihan untuk me lockdown kotanya.

Korea Selatan

Korea Selatan kembali melaporkan kasus baru sebanyak 34 kasus covid-19. Sejak Korsel melonggarkan aturan social distancing, sekolompok kasus baru muncul. Seorang pria usia 29 tahun ditest positif corona, setelah mengunjungi tiga klu malam di Seoul. Sehingga pejabat Seoul memerintahkan untuk menutup kembali klub malam, diskotik dan bar.